Tuesday, May 22, 2012

iMOVE...

http://id.berita.yahoo.com/foto/berminat-membeli-icar-slideshow/would-you-buy-an-apple-icar-photo-1337577493.html

Berminat Membeli iCar?
























Seorang anggota dewan direksi Apple mengatakan bahwa Steve Jobs bermimpi untuk menciptakan sebuah mobil, iCar. Dalam konferensi di Fast Company, Mickey Drexler mengatakan bahwa industri mobil Amerika adalah tragedi dan Steve bermimpi untuk merancang iCar untuk mengguncang industri automotif. Desainer mobil berbasis di Italia, Liviu Tudoran mengambil pokok-pokok desain produk Apple dan menciptakan mobil konsep bernama iMove untuk tahun 2020.



 




Suprise & Certainty

Fill in the blank in each of the following dialogues with the correct expression.
After that, answer the questions!

 
Dialogue 1
Tono  : What do you think of Yuni?
Rini   : I’ve never met such a clever student before in my life. She got 100 for
            almost every subject. What ...!

Questions:
a. What type of student is Yuni?
b. Who is surprised?
c. Why is he/she surprised?

Dialogue 2
Bambang : Do you see what the circus man has done?
Agus        : Yes. How could not he miss the balloon on the girl’s head even though
                   he was blindfolded when he was shooting? What ...!

Questions:
a. What has the circus man done?
b. Who is surprised?
c. Why is he/she surprised?


Dialogue 3
Adi     : Guess what, Aning. Our father just made a surprise on my birthday.
Aning : Really? What happened?
Adi     : You’ll never guess. He promised to buy t me a new motorcycle if I get
             at least 90 on Math, Science and English.
Aning : A motorcycle? What ...! Are you sure about it?
Adi     : Definitely

Questions:
1. Who is Aning to Adi?
2. What are Adi and Aning talking about?
3. Who is surprised? List the expressions in the dialogue which show that she/he is..


Monday, May 21, 2012

BocoR

Even the sun has set, still you can see its shine from the sky's chink yet...! then I call this BOCOR :) :) :)
Thursday, May 17th 2012 in LAU KAWAR
 




Letter


 Personal Letter




                Salatiga, 1st April 2007

Dear Maya,
        Hi! How are you? I haven’t contacted you for a long time. I miss you so much. Now, I’ll tell you about my experiences in visiting Ketep Pass.
        Ketep Pass is located in Magelang Regency. It offers the view of high lands. I went there with my friends a week ago. I left Salatiga at 1.00 p.m. on my way to Ketep Pass I enjoyed the view of cocoa plantation and the beauty of the landscape.
        After three hours, I arrived there. Unfortunately it was foggy. I was very disappointed. I couldn’t see the beautiful view of the high land, so I decided to enter the museum of Merapi Volcano. There are many pictures of Merapi eruption. After watcking them I continued to see the Merapi eruption film. The film was so good that I like it very much. I have never seen it before.
        I am so happy because I’ve got a lot of new experience.
        That’s all. Please, tell me something about your last experience.
                                                                                                                                                                                                                               Yours,   
  
                                                                                                       Rosa

Questions
 
1. Where did the writer go?
      a. Ketep Pas                                      
      b. Magelang
      c. Salatiga                                          
      d. Mount Merapi

2. Why did the writer feel disappointed?
      a. She couldn’t see the beautiful view of the high land
      b. She went to the museum
      c. She couldn’t see anything in Ketep Pass      
      d. She was an unfortunate person

3. it’s the first time for the writer to watch …
      a. the foggy weather          
      b. the Merapi eruption film
      c. the view of high land      
      d. the pictures of Merapi

4. What is the generic structure of the letter?
      a. Identification – Description
      b. Aim – Materials – Method
      c. Orientation – Events – Re orientation
      d. Orientation – Complication – Resolution


pujiiiiiiiii.....

 
MEMUJI anak sepertinya memang menjadi kewajiban orang tua. Tapi, tahukah Anda, memuji ternyata memberikan efek positif bagi anak. Pujian bisa mengembangkan kepercayaan diri anak. Selain itu, anak juga bisa terobsesi dengan keunggulan mereka, sehingga mereka berusaha sebaik mungkin untuk mencapainya.

Contoh sederhananya adalah, ketika Anda memuji kecantikan gadis kecil Anda ketika mengenakan pakaian dan gaya rambut tertentu. Atau, pujian yang diberikan ketika anak mencapai nilai ujian yang sempurna. Tidak ada yang salah dengan itu semua. Penekanan pada sisi positiflah kuncinya. Melalui bahasa pujian sederhana, kita bisa membantu membangun karakter anak.

Menurut Art Markman, Ph.D, seorang konsultan psikologi dari YouBeauty, akan sangat baik membuat anak berpikir suatu kemampuan adalah bakat yang harus dilatih terus-menerus. Misal, kecerdasan memecahkan masalah matematika, dan kemampuan di bidang olahraga.

Itulah yang tidak bisa dikendalikan oleh anak. Tapi, itu dapat berubah dengan pujian-pujiab yang diberikan. Cara memuji akan membantu mereka seiring pertambahan usia buah hati. Fokus pujian pada hasil seperti 'Kamu terlihat cantik', 'Kamu pintar karena memperoleh nilai 100'. harus ditambahkan dengan pernyataan bagaimana mereka mencapainya.

Contohnya, 'Rambutmu terlihat cantik, sisiran sendiri, kan?' Atau "Karena kamu belajar kemarin, makanya mendapatkan nilai bagus'.

Metode ini membuat mereka terbiasa untuk berpikir, apa yang mereka dapatkan bukanlah sesuatu yang terberi (given), melainkan didapatkan karena mereka berusaha.

Jika anak-anak berpikir dirinya berbakat, tapi kita salah memuji karena hanya ingin menyenangkan mereka, akan sulit bagi anak untuk memperbaikinya. Berbeda jika sejak awal kita memberi tahu proses dan usaha yang membuat bakat mereka terasah. Ketika mereka menemukan penghalang, mereka akan mencoba mencari jalan keluar untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.(intisari/***)

Penerjemah


ANDRE SIREGAR

 

 
Jakarta Super fasih berbahasa Inggris dan punya skor TOEFL lebih dari 650 belum cukup untuk menjadi penerjemah Kepresidenan RI. Sebab Anda juga harus menguasai benar kosakata diplomasi, mampu ngotot dan tidak gampang bengong.

"Satu kata bahasa Indonesia, bisa tujuh terjemahannya dan masing-masing punya tekanan berbeda yang kalau salah pilih bisa fatal akibatnya," ujar Andre Omer Siregar, salah seorang penerjemah bagi Presiden SBY.

http://news.detik.com/read/2012/05/15/170500/1917742/608/andre-siregar-sang-penerjemah-presiden?

Sunday, May 20, 2012

Inspirasi

http://www.kickandy.com/theshow/1/1/2304/read/HAK-YANG-TERLUPAKAN.html

 
HAK YANG TERLUPAKAN
 
HAK YANG TERLUPAKAN 
 
Siapakah pelukis wajah Pahlawan Nasional asal Sumatera Selatan - Sultan Mahmud Badaruddin II - yang tercetak dalam lembaran uang sepuluh ribu rupiah? Siapakah pembuat sketsa Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia ataupun Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng? Siapakah pencipta lagu Hyme Guru? Bagaimanakah nasib mereka saat ini? Tamu Kick Andy kali ini adalah para pembuat karya tersebut, tetapi mereka memiliki hak yang terlupakan. Sumatera Selatan, tepatnya Palembang memberikan sumbangsih pada tampilan lembaran mata uang RI dengan nilai pecahan Sepuluh Ribu Rupiah. Pada salah satu sisinya, memuat gambar sebuah Rumah Limas yaitu rumah adat tradisional khas Palembang. Sedangkan pada sisi lain dari uang kertas keluaran tahun 2005 ini, memuat gambar seorang Pahlawan nasional asal Sumatera Selatan Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Lantas siapakah pelukis wajah pahlawan tersebut? Dia adalah Eden Nur Arifin, putera asli Palembang. Pria 68 tahun ini begitu piawai melukis berbagai jenis objek. Hingga 30 tahun yang lalu, akhirnya ia memenangkan lomba melukis wajah SMB II. September 2005, Eden mendaftarkan karyanya dan berhasil menjadi pemegang hak cipta dari lukisan Sultan ini. Namun Eden sempat memperkarakan kasus beredarnya hasil karyanya tersebut dalam tampilan uang kertas. Menurutnya ia tidak mendapat izin penggunaan akan karyanya, hingga akhirnya jalan pengadilan pun ditempuh. Meski akhirnya Eden kalah. Saat liputan, bahkan Team Kick Andy juga menemukan fakta bahwa lukisan asli (pertama) yang telah dipatenkan dan menjadi aset daerah tetapi disengketakan antara Pemprov Sumatera Selatan, Eden, dan Bank Indonesia ini, hingga saat rekaman belum ditemukan keberadaannya.

Siapa yang tak mengenal patung sepasang muda mudi yang melambaikan tangan, berdiri tegak di jantung Ibukota Jakarta, di depan Hotel Indonesia? Ikon ibukota yang populer sebagai pusat tempat berekspresi dan berorasi ini, adalah salah sebuah dari ratusan rancang sketsa karya Hendrik Hermans Joel Ngantung, atau yang biasa dipanggil Henk Ngantung. Pria kelahiran Bogor, 1 Maret 1921 - yang dikenal sebagai seniman birokrat ini, pada masa revolusi sering dianggap sebagai wartawan sketsa. Gambar sketsa Perundingan Linggar Jati, Perundingan Renville, Henk Ngantung lah pembuatnya. Bermodalkan pengetahuan seni dan citra estetika, telah membawanya diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Wakil Kepala Daerah Kotapraja Jakarta dari tahun 1962 – 1964. Henk kemudian diangkat menjadi gubernur, tetapi tuduhan keterlibatannya dengan LEKRA pada peristiwa September 1965, membuatnya diturunkan dari jabatan 1965. Meski pernah menjadi orang nomor satu di Jakarta, namun Henk yang meninggalkan tiga orang anak dan seorang istri, Evie Ngantung, tetap hidup dalam kesederhanaan, bahkan jauh dari kata cukup. yang tinggal di sebuah rumah sederhana yang terletak di Gang Jambu, Cawang Jakarta Timur.
Dari Kota Madiun, 30 tahun yang lalu lahir sebuah lagu yang menjadi ode untuk profesi mulia, seorang pengajar - Hymne Guru. Sartono, pria kelahiran tahun 1936 ini selepas bekerja dari perusahaan musik dan piringan hitam Lokananta - bergabung bersama kelompok musik milik tentara di Madiun. Nasib membawanya kemudian menjadi seorang guru di SMPK St. Bernadus Madiun pada tahun 1985. Lomba membuat lagu untuk guru yang dimenangkannya, tidak serta merta menyejahterakan kehidupannya. Untuk mengirimkan naskah lagunya saat itu pun Sartono yang selama 24 tahun menyandang status honorer ini, harus menjual jas dan celana di pasar loak. Meski menjalani hidup yang serba kesempitan dan tidak dikaruniai keturunan, pasangan Sartono dan Damijati, istri yang dinikahinya dari tahun 1970 ini, tak membuat keduanya lantas meratapi hidup. Saat fisiknya masih kuat, Sartono menambal periuk nasinya lewat mengajar musik juga membimbing kelompok kulintang di berbagai instansi. Saat ini hidup pasangan lansia ini bergantung dari hasil pensiun istrinya, perempuan tangguh yang juga mantan guru ini masih lincah dan menawan di pentas ketoprak Kridho Taruno sebagai pemain dan pemimpinnya. Dalam kesederhanaan abadinya, Sartono yang lebih sering mendapatkan penghargaan hanya berupa piagam ini, sudah dua tahun bertahan dengan sakit tuanya. Perhatian dari istri yang setia mendampingi dan siapapun yang peduli pada nasibnya pasti memberi kebahagiaan di usia senjanya.

NARRATIVE TEXT


THE CALIPH AND THE CLOWN





The Caliph of Baghdad hired an intelligent and high spirited man as his court jester, and was much amused by his clever, witty comments. The clown was so well loved by his master that everyone at court showed him great respect. And so the Caliph was much surprised one day when he heard his beloved clown crying out in distress from the throne room. The Caliph hurried there and was astonished to find the guards beating the clown badly.
“Leave him alone at once!” he ordered. “Why are you beating him?”
“We found him sitting on your throne, O majesty!” the captain of the guards explained. “out of my sight!” commanded the Caliph. “For sure the jester did not do it with the intention of offending me.”
The clown, however, continued to weep and wail even after the guards had left.
“Stop it! said the irritated Caliph.
“You’re still in one piece, aren’t you?
“I’m not crying for myself, my lord, I weep for you,” the clown explained.
“For me?” exclaimed the Caliph in surprise.
“Certainly! If I get beaten so badly for having been only a few minutes on the throne, how many beatings must you have suffered in all the years that you have been there?”
Taken from 366 and More Fairy Tales, 1990



CHARACTERISTICS OF A NARRATIVE TEXT

·         Orientation
It is about the opening paragraph where the characters of the story are introduced.
Example: The Caliph of Baghdad hired an intelligent and high spirited man as his court jester…

·         Complication
Where the problems in the story developed.
Example: And so the Caliph was much surprised one day when he heard his beloved clown crying out in distress from the throne room.

·         Resolution
Where the problems in the story is solved.
Example: “I’m not crying for myself, my lord, I weep for you,” the clown explained.